Life

Memudahkan Jalan Orang Lain

Disclaimer: mohon tulisan ini tidak dianggap sebagai pamer kebaikan atau riya.

Tadi pagi, selepas mengantar Vito sekolah saya biasa mampir di SPBU Shell untuk beli bensin. Sambil menunggu tangki diisi, saya masuk ke Circle K, mencari sekedar kudapan.

Di dalam ada seorang bapak berpakaian rapi sedang menelepon. Dari penampilan dan gaya bicaranya ia seperti seorang atasan di kantor.

Ia sedang berbicara dengan istrinya dan terlihat panik. “Di dompet papa nggak ada uang cash”, demikian yang terdengar oleh saya.

Setelah keluar, saya bertemu lagi dengannya saat membayar bensin di loket. Rupanya kartu kreditnya diblok dan ia tidak punya uang tunai untuk membayar bensin. “Saya tinggalin KTP bisa nggak”, ujarnya dengan muka hopeless dan bingung.

“Ada apa Pak?”, tanya saya. Padahal saya sudah tahu, bapak ini tidak bawa uang untuk membayar bensin.

Setelah ia ceritakan, saya menawarkan diri dengan membayari pakai uang tunai saya. Ia agak kaget mendengar tawaran saya.

Ia mengajak saya masuk ke Circle K untuk bicara. Di kantongnya ada Rp. 150 ribu, sedangkan harga bensin Rp. 400 ribu.

“Pakai saja uang saya 250 ribu, nanti bapak transfer ke rekening saya”, sambil langsung menyerahkan uang kepadanya.

Setelah memberikan nomor rekening via SMS, saya pun meninggalkannya.

Tak lama setelah itu SMS masuk dari istrinya mengatakan bahwa uang sudah ditransfer.

Malam ini, tiba-tiba saya dapat SMS dari bapak tadi yang mengatakan terima kasih dan semoga kebaikan dan ketulusan saya mendapat pahala setimpal.

Kenapa saya secara spontan melakukan ini?

Saya pernah mengalami hal yang kurang lebih seperti ini.

Beberapa bulan lalu saat mau masuk tol Serpong, saya melalui jalur GTO yang khusus untuk membayar dengan kartu e-toll.

Apa yang terjadi?

Ternyata kartunya tidak cukup saldo. Saya bingung. Di belakang sudah beberapa mobil mengantri.

Saya teriak minta bantuan petugas kasir tol tapi tidak mendapat tanggapan. Ia sedang sibuk juga. Saya makin panik.

Tiba-tiba dari arah mobil belakang seorang pria menghampiri mobil saya dan menempelkan kartu e-tollnya. Pria yang tak saya kenal ini membayari ongkos tol saya. Saya berterima kasih dan ingin mengganti uangnya. Namun, ia menolak dan langsung kembali ke mobilnya.

Saya melakukan “kebaikan” tadi pagi karena ingat peristiwa di pintu tol itu. Karena ingat pria yang memudahkan jalan saya ketika itu.

Saya “membayarnya” kepada orang lain. Mungkin ini yang disebut “pay it forward”.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

12 thoughts on “Memudahkan Jalan Orang Lain

  1. Subhanallah. Semua kebaikan yang kita lakukan, Insya Allah akan kembali kepada kita🙂. Tulisan ini mengingatkan lagi supaya selalu berbaik sangka sama orang lain, ya pak🙂

    Suka

  2. Rizal berkata:

    Karena Kebaikan membuat Dunia Berputar, 2 kejadian yang dialami pak Roni bisa jadi merupakan deretan dari kebaikan-kebaikan yang akan datang, yang nantinya akan kembali lagi ke Pak Roni, terima kasih untuk postingnya yang menginspirasi. berikut ini video-nya

    Suka

  3. almarhum ayah saya sering ngajarin saya untuk ngelakuin hal semacam ini om..
    dengan memudahkan jalan orang lain saya percaya, entah nanti suatu saat orang lain juga akan memudahkan jalan kita..

    mantep tulisannya om!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s