Books and Learning, Mindset

Rahasia Sukses: Grit + Growth Mindset

Barusan saya nonton video di TED.com dari Angela Lee Duckwoorth yang memaparkan temuannya tentang rahasia sukses dari hasil studinya terhadap para murid yang diasuhnya.

Ia menemukan bahwa tidak ada kaitan antara tingginya IQ dengan kesuksesan anak-anak di sekolah. Satu kesamaan yang dimiliki oleh mereka yang sukses itu adalah mereka memiliki “grit”, yaitu kualitas diri yang sabar dan pantang menyerah, mau berjuang dalam jangka panjang mengejar target atau impiannya. Grit adalah ibarat lari maraton yang membutuhkan daya tahan, kesabaran dan kekuatan mental.

Ia pun melakukan penelitian di sebuah lokasi pelatihan militer dan mencari siapa yang akhirnya berhasil menduduki posisi tinggi berdasarkan “grit” ini. Hasilnya konfirm. Mereka yang punya grit berhasil mencapai posisi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memilikinya meski pun didukung oleh nilai atau IQ yang tinggi.

Temuan tentang “grit” ini menarik mengingat beberapa waktu lalu saya membaca buku How The Children Succeed oleh Paul Tough yang menemukan bahwa “grit” adalah salah satu karakter unggul yang dimiliki oleh anak-anak yang sukses dalam kehidupannya.

Sekolah www.kipp.org menggunakan pendekatan ini yang didapatnya dari hasil studi Dr. Martin Seligman. Pendekatan ini digunakan karena sebelumnya mereka berhasil mengantarkan 90% murid masuk ke college dengan beasiswa. Sekolah ini adalah sekolah untuk anak-anak kurang beruntung di Amerika yang isinya adalah anak-anak single parents, broken home, miskin, imigran. Mereka bersaing dengan anak-anak dari sekolah swasta dan kaya dan berhasil mengungguli mereka.

Namun, setelah berhasil masuk college ternyata hanya 20% dari mereka yang berhasil lulus. Sekolah ini mencari tahu penyebabnya dan akhirnya bertemu dengan Dr. Seligman dan mengemukan bahwa kurangnya faktor “grit” menjadi salah satu penyebabnya.

Kemudian sekolah ini menggunakan pendekatan Dr. Seligman ini dan menjadikan kipp.org sekolah unggul dan menjadi benchmark di seantero Amerika. Sekarang sekolah ini sudah punya 150 cabang. Saya menemukan kasus sekolah ini karena ditulis secara khusus di buku Outlier-nya Gladwell dan tentu saja, Paul Tough.

Kembali ke rahasia sukses tadi.

Selain “grit” ada karakter lain yang diperlukan, yaitu “growth mindset” yang secara khusus ditulis di buku Mindset oleh Carol Dweck.Growth mindset adalah cara berpikir bahwa segala sesuatu itu mungkin/bisa dilakukan melalui kerja keras, pembelajaran dan sebagainya. Lawannya adalah fixed mindset, yaitu cara berpikir bahwa segala sesuatu itu sulit berubah karena memang sudah begitu “dari sononya”.

Contohnya, banyak orang yang pintar secara akademik di sekolah namun gagal di kehidupan nyata. Sebaliknya, banyak orang yang bodoh secara akademik namun sukses dalam kehidupannya. Saya punya banyak ilustrasi teman-teman yang seperti ini. Ada teman yang saking “bodohnya” di bangku kuliah, pernah saya lihat memukul-mukul kepalanya karena tidak mampu menyelesaikan soal ujian. Sekarang, kehidupannya sebagai wirausaha – pilihan untuk mereka yang punya nilai jelek di bangku kuliah dan tidak laku di dunia kerja – jauh lebih sukses ketimbang teman lain yang secara akademik lebih “pintar”.

Mungkin penjelasannya adalah, teman yang “bodoh” ini menyadari kekurangannya dan ibarat gelas ia seperti gelas kosong yang selalu siap diisi. Jadi, setiap bertemu hambatan ia bertanya ke sana ke mari, minta bantuan dan pendapat orang lain dan sebagainya. Tanpa sadar ia menjadi berkembang. “Kebodohannya” justru menjadi bahan bakarnya untuk terus bertanya dan mencoba tantangan baru karena ia belajar dari mencoba dan belajar dari kesalahan.

Berbeda dengan mereka yang “pintar” dan merasa gelasnya sudah penuh dan sulit diisi. Ia punya prinsip atau pendapat yang sulit diubah oleh orang lain. Ia merasa caranyalah yang terbaik tanpa mempertimbangkan banyak cara lain yang lebih baik. Bahkan ia rela bertahun-tahun menggunakan caranya yang sebenarnya salah itu karena gengsi untuk mengakui bahwa ada cara lain yang lebih mumpuni. Ia pintar tapi punya fixed mindset yang akhirnya menghalangi kemajuannya sendiri.

Success is my right, kata Andrie Wongso. Sukses itu adalah hak semua orang tanpa terkecuali apakah mereka itu bodoh atau pintar, miskin atau kaya, pria atau wanita, tua atau muda, pribumi atau non pribumi, asalkan mereka punya grit dan growth mindset.

Standar

12 thoughts on “Rahasia Sukses: Grit + Growth Mindset

  1. sangat setuju…

    dapat istilah baru nih selain persistence…”grit”, singkat tapi mewakili sekian banyak kunci sukses seseorang

    Suka

  2. Yahya ponsel berkata:

    grit gowth mindset! Hebat dan insfiratif. Kalau boleh menambahkan nilai-nilai moral kebaikan. Seperti jujur,baik,tulus,ikhlas,sabar,dll.

    Suka

  3. R Yosep Kurniadi berkata:

    Ruar Biasa👍

    Bila ada kesuksesan karena kedekatan seseorang dengan yg membuat kebijakan bagaimana?
    ( hasil kerja biasa saja )

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s