Life, Minimalism, Simplicity

3 Alasan Mengkonsumsi Bacaan Digital

Tulisan ini ingin merespon secara lengkap diskusi saya dengan @strategi_bisnis di Twitter tentang pro kontra konsumsi bacaan digital versus kertas. Mana yang lebih ramah lingkungan?

Menurut @strategi_bisnis alias Mas Yodhia, perdebatan apakah bacaan digital lebih ramah lingkungan belum sampai pada konklusinya.

Ia memaparkan bahwa kerugian lingkungan dari gadget dan turunannya tidak kalah dibandingkan dengan konsumsi koran yang meluluhlantakkan hutan-hutan kita itu.

Ia juga memberikan rasio jika konsumsi buku digital minimal 40 per tahun, bisalah dikatakan itu sudah cukup hijau alias ramah lingkungan.

Konsumsi digital saya rata-rata 2-3 buku per bulan, 5-10 majalah per bulan, dan 2 koran perhari. Itu sudah “green” rasionya menurut Mas Yodhia.

Sebenarnya, saya menempuh jalan ini bukan karena alasan suka atau tidak suka. Jujur, membaca buku kertas tetap lebih nyaman daripada digital.

Ini beberapa alasan saya:

1. Gaya hidup minimalis. Sebagaimana sering saya tulis di blog ini, saya sedang belajar mempraktekkan gaya hidup sederhana atau minimalis di rumah. Artinya, meminimalisir tumpukan-tumpukan (clutter) tak berguna di rumah. Salah satu clutter yang paling membuat saya tertekan adalah tumpukan koran, majalah yang terus menggunung. Tumpukan buku juga sudah tak memiliki rak yang layak lagi. Bahkan raknya sudah menjajah wilayah kamar tidur dan dapur. Apakah saya harus menambah rak buku lagi? Saya tidak mau.

2. Praktis. Jelas bacaan digital sangat mudah didapat, cukup bayar dan download. Membacanya bisa di mana saja dengan media apa saja. Jika hard disknya tidak cukup, saya tinggal hapus dan download lagi jika diperlukan. Dan, buku itu tidak akan pernah rusak atau hilang 🙂

3. Ramah lingkungan. Tetap saya berkeyakinan bahwa konsumsi bacaan digital itu lebih ramah lingkungan, pada skala konsumsi tertentu. Plus, biaya ikutannya juga termasuk, misalnya biaya distribusi. Bayangkan, majalah Inc yang dicetak di luar negeri itu harus naik pesawat ribuan kilometer plus distribusi di daratnya.

Kesimpulan, alasan utama saya mengkonsumsi bacaan digital itu adalah yang nomor 1 di atas. Selebihnya adalah alasan yang dicari-cari dan biar lebih gaya. Hehehe…

20130722-054039.jpg

20130722-063919.jpg

Iklan
Standar

4 thoughts on “3 Alasan Mengkonsumsi Bacaan Digital

  1. Setuju, seringkali yang tidak diperhitungkan adalah biaya distribusi lintas benua. Ada yg pernah bilang ttg dampak lingkungan dari ekspor/impor buah. Karena itu ada carbon footprint

    Jadi green atau tidak bukan hanya soal buku/ebook diproduksi dan dibaca, tapi juga soal distribusinya

    Suka

    • Senang ada yg setuju pendapat saya. Tks Mas…

      Hal ini juga berlaku utk produk2 lainnya. Solusinya, belilah produk lokal, bukan hanya krn membantu pengusaha lokal tapi juga soal carbon footprint yg berkurang.

      Suka

    • Tadinya saya juga begitu. Ini soal pembiasaan saja.

      Spt sy tulis, sejujurnya memang lbh nyaman membaca dgn media kertas, tapi ada alasan2 lain yg juga penting spy kita mencoba kebiasaan baru ini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s