Uncategorized

Elevator Pitch ala Sandiaga Uno

Cerita ini sudah mengendap di memori saya dan baru sekarang sempat menuliskannya di sini.

Saya dapatkan cerita ini saat menghadiri sharing Pak @sandiuno di @tdabali di sela-sela kesibukan beliau menjadi salah satu nara sumber di perhelatan APEC 2013 di Bali.

Elevator pitch, ada yang tahu artinya?

Kira-kira seperti ini maksudnya: sebuah percakapan singkat, biasanya di dalam lift, dengan seseorang yang “penting”, bisa calon investor, calon pembeli dan sebagainya.

Pertemuan ini biasanya langka dan tanpa sengaja. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan berbicara seefektif dan efisien mungkin, supaya pesannya tepat sasaran dan dapat respon langsung.

Nah, kesempatan inilah yang didapat oleh Pak Sandy saat di awal bisnisnya sebagai konsultan keuangan perusahaan yang belum dikenal alias masih “anak bawang” setelah ia di-PHK dari perusahaan tempat ia bekerja.

Salah satu target incarannya adalah Pak Dahlan Iskan (@iskan_dahlan), pemilik grup Jawa Pos.

Pak Sandy mempelajari bahwa salah satu anak perusahaan Pak Dahlan sedang bermasalah dan butuh restrukturisasi. Tantangannya adalah bagaimana caranya supaya bisa bertemu dan berbicara dengan Pak Dahlan, menyampaikan pesan dan diterima.

Kesempatan itu akhirnya didapat, saat Pak Dahlan bergegas menuju mobilnya.

Pak Sandy mengejar beliau dan minta waktu untuk bertemu dan berbicara.

“Maaf, saya tidak bisa memenuhi permintaan anda. Tapi kalau anda mau, ada waktu sekitar 8 menit sekarang sambil saya menuju ke parkiran mobil”, kira-kira demikian jawaban Pak Dahlan Iskan.

Bagaimana caranya agar pesannya sampat tepat sasaran dan mendapat respon positif dalam waktu menit? Itulah tantangan yang harus dihadapi Pak Sandy ketika itu.

“Pak, salah satu perusahaan Bapak ABC menurut saya sedang dalam masalah dan kami bisa membantu melakukan restrukturisasi dalam 3 bulan saja. Bapak hanya bayar jasa kami kalau sukses, kalau gagal tidak usah bayar alias gratis”, demikian kira-kira penawarannya.

Penawaraan yang cukup sensasional dan sulit ditolak.

“Tidak usah bayar?, Ya sudah, coba saja”, jawab Pak Dahlan.

Singkat cerita, penawaran “elevator pitch” itu sukses dan pekerjaan itu diselesaikan Pak Sandy dan timnya dalam 3 bulan dengan sukses.

Uang jasanya yang tidak seberapa ketika itu bahkan masih di simpan Pak Sandy di lacinya. Uang itu kadang-kadang dilihatnya sebagai penyemangat di saat ia sedang “down”.

Kita tidak mengira orang sesukses Pak Sandy ternyata punya kisah perjalanan yang tidak mudah di awalnya.

NB: saya atas nama komunitas TDA sangat berterima kasih atas perhatiaan dan waktu Pak Sandy yang telah diberikan kepada TDA selama ini. Kesempatan emas di Bali ini sebenarnya bukan atas permintaan kami, tapi Pak Sandy sendiri yang menawarkan melalui
Pak @iimrusyamsi karena ada waktu luang selama di Bali.

20131025-043749.jpg

Standar

3 thoughts on “Elevator Pitch ala Sandiaga Uno

  1. alviancp berkata:

    Menarik pak, dulu sy jg diajarkan utk mampu memiliki kemampuan bercerita. Story telling raja nya pak jamil. Cerita 1 menit, 3 mrnit, 5 menit sampai 10 menit tng gagasan yg ingin disampaikan. Perlu berlatih memang. Thanks for sharing. Alvian TDA-00300615

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s