Business, Money and Investing

Bisnis Tanpa Hutang, Mungkinkah?

Bisnis tanpa hutang sama sekali adalah tidak mungkin.

Pasti ada hutang. Minimal hutang modal kerja yang sifatnya jangka pendek.

Contohnya beli bahan baku ke pabrik pastilah tidak tunai. Pasti ada tempo pembayaran minimal seminggu atau dua minggu.

Artinya, itu adalah hutang kan?

Ada dua arus pendapat soal bisnis dengan berhutang ini. Ada yang anti sama sekali, ada yang semua bisnisnya total dibiayai oleh hutang.

Saya posisinya moderat saja, di tengah-tengah. Boleh berhutang tapi dalam proporsi yang aman.

Api itu diperlukan sekaligus berbahaya. Api kecil diperlukan untuk penerangan atau memasak. Api besar berbahaya karena bisa membakar rumah kita.

Saya mengibaratkan hutang seperti api kecil itu. Selagi masih kecil, diperlukan.

Berapa patokan idealnya?

Kalau baca-baca tentang indeks saham syariah, sebuah perusahaan dinilai sehat saat hutangnya tidak lebih dari 33% dari total asetnya.

Hutang di bawah 33% dari total aset dianggap masih sehat. Di atas itu sudah dianggap berbahaya.

Standar

4 thoughts on “Bisnis Tanpa Hutang, Mungkinkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s