Books and Learning, Life

Lima Pelajaran dari Pensil

Pelajaran ini saya dapat dari buku kumpulan pemikiran dan refleksi Paulo Coelho, Like the Flowing River.

Pelajaran pertama: saat digunakan untuk menulis, ingatlah ada tangan yang menggerakkannya. Itu bukan kebetulan. Itu adalah “tangan” Tuhan.

Pelajaran kedua: kadang kita harus berhenti menulis dan merautnya supaya jadi lebih runcing. Dalam hidup, untuk menjadi pribadi yang lebih baik perlu pengorbanan, rasa sakit dan kesedihan.

Pelajaran ketiga: saat salah menulis kita diijinkan untuk menghapusnya menggunakan penghapus. Berbuat salah adalah manusiawi dan selalu ada kesempatan untuk mengoreksinya.

Pelajaran keempat: yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah kayu bagian luarnya, tapi isi di dalamnya. Apa yang ada di dalam diri kita selalu lebih penting dibandingkan kulit luarnya.

Pelajaran kelima: pensil selalu meninggalkan tanda. Kehidupan juga harus meninggalkan tanda atau jejak.

Standar

One thought on “Lima Pelajaran dari Pensil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s