Business, Mindset

Less Control

Salah satu yang membuat kita sering stress dan tertekan adalah soal kontrol. Kita selalu ingin mengontrol, mengendalikan apa pun.

Ingin mengontrol bisnis, anak-anak, pasangan, karyawan, semuanya.

Benar, semua itu harus dikontrol, biar gak salah arah, biar gak keluar dari relnya.

Tapi kalau semuanya harus dikontrol sampai detil, itu terlalu berlebihan dan impossible. Itu yang bikin kita stress.

Kontrollah hal-hal penting saja. Selebihnya lepaskan. Pakai aturan 80/20. Kontrol 20 persen yang paling vital saja, yang paling berdampak besar.

Minggu lalu saya makan siang dengan Mas @andrias98, mantan profesional di beberapa perusahaan dan sekarang menjadi pengelola di sebuah venture capital, Ideosource.

Salah satu mantan bossnya yang paling berkesan adalah Pak Abdul Rahman, salah satu founder Detikcom. Menurutnya, Pak Abdul ini gaya kepemimpinannya juga less control atau let go. Tidak suka micro managing.

Ia membebaskan karyawannya untuk mengeluarkan ide, memulai inisiatif dan berbuat salah.

Cuma, satu syarat untuk gaya kepemimpinan seperti ini yaitu, harus ada trust yang tinggi di antara kedua belah pihak.

Standar

3 thoughts on “Less Control

  1. Ya, saya setuju Pak. Dan prinsip kontrol 20% yg mempengaruhi 80% menurut saya sudah pas. Mungkin inilah yg dimaksud dgn delegasi atau otonomi wewenang? Lagian kalau sampai mengontrol sampai yg mikro, apa gunanya karyawan/tim. Mending kerjakan sendiri semua🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s