Books and Learning, Mindset, Simplicity

Jhonny English, Kamu Sudah Tua, Bijaklah

Film Johnny English Reborn yang diperankan oleh Rowan Aktinson yang lebih dikenal dengan Mr. Bean memang diniatkan membuat penontonnya terbahak.

Namun, film ini juga sarat makna terpendam seperti yang saya tuliskan ini.

Di usianya yang tak lagi muda dan beruban, Johnny English melakukan perenungan diri dan berguru di sebuah perguruan Shaolin Buddha di pelosok China sana. Dia banyak berlatih pengendalian diri, fisik dan pikiran.

Oleh gurunya, ia dingatkan bahwa ia tidak lagi muda, bijaklah dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Sepulang dari sana ia kembali bertugas. Kali ini adalah mencari sebuah barang berharga di Hong Kong. Dalam pencariannya, tentu saja ia bertemu banyak penjahat dan harus berkelahi.

Ada adegan ia harus mengejar seorang penjahat muda dan lincah di atap apartemen. Adegan ini pun menjadi semacam parodi ala film Kungfu Mandarin.

Si penjahat lari dengan gaya Kungfu yang lincah di atas mesin-mesin AC yang tentu sulit dikejar oleh Johnny English yang sudah tua. Ketika akan mengikuti cara si penjahat, ia teringat pesan gurunya, “Jhonny, kamu sudah tua, bijaklah.”

Ia tahu tak akan mampu meladeni kelincahan si penjahat. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan saja di sela-sela mesin AC itu.

Ketika si penjahat dengan gagah berani memanjat pagar besi yang cukup tinggi, tentu Jhonny tidak mampu melakukannya. Ia memilih mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci🙂

Ketika akhirnya si penjahat terdesak di sudut gedung yang sedang dibangun, ia nekat untuk loncat dan turun melalui bambu-bambu penopang seperti Jacky Chan. Johnny English, sekali lagi tidak mampu meladeni permainan kejar-kejaran seperti ini. Ia memilih untuk turun menggunakan lift!

Suatu ketika Johnny English terkepung oleh penjahat dan teman-temannya yang bersenjata bambu, pentungan dan rantai. Alih-alih melawan dengan sekuat tenaga, dengan pintar ia mampu berkelit dan melawan menggunakan kekuatan lawan. Satu per satu lawannya tumbang karena salah pukul.

Akhirnya tinggallah mereka berdua. Johnny English yang sudah tua beruban dan lamban berhadapan dengan si penjahat yang muda lincah dan jago Kungfu.

Penjahat muda ini pun memperagakan gerakan Kungfunya yang lincah dan bertenaga untuk menggertaknya. Dia pikir Johnny English akan gentar melihatnya. Johnny tak kehilangan akal. Saat si pemuda ini pasang kuda-kuda dengan kaki mengangkang, ia melihat lantai kayu yang diinjaknya itu pakunya sudah lepas. Dalam sekejap diinjaknya kayu itu dengan keras sehingga terlontar menghantam selangkangan si penjahat yang langsung tersungkur dan dan takluk.

Ini pelajaran tentang “the power of less effort.” Usaha yang sedikit dengan kecermatan berpikir akan menghasilkan “output” yang sama dengan usaha yang besar tanpa berpikir.

Bisa juga dimaknai dengan cara berpikir dan bertindak yang “out of the box”, di luar kebiasaan yang baku, yang akhirnya bisa menjatuhkan lawan tanpa disangkanya. Ingat cerita Daud melawan Goliath. Siapa sangka Goliath akan tumbang bukan oleh pertarungan pedang, tapi karena batu ketapel yang dilontarkan oleh Daud secepat kilat tanpa terduga.

Bogor, di pagi yang gerimis

Standar

3 thoughts on “Jhonny English, Kamu Sudah Tua, Bijaklah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s