Business, Money and Investing

Hati-Hati dengan Tawaran Bisnis yang Muluk-Muluk

Setiap jamannya, selalu ada saja muncul bisnis-bisnis atau investasi baru dengan janji-janji yang muluk, mulai dari cepat kaya, untung cepat, bisa jalan sendiri, passive income dan sebagainya.

Polanya sama, memainkan faktor emosional prospeknya yang biasanya selalu tergiur dengan uang banyak dan kekayaan yang didapat dengan cepat dan mudah.

Maka ramailah jagat internet, sosial media, BBM, Whatsapp dengan tawaran bisnis ini. Serta merta teman, kerabat, saudara menjadi anggota bisnis ini dan dengan gegap gempita berebut merekrut kita, supaya tidak keduluan yang lain.

Saya jadi bingung. Ini bisnis apa? Produknya apa? Kok merekrutnya yang lebih kencang daripada menjelaskan nilai dan menjual produknya itu sendiri? Bagaimana kapasitas dan akuntabilitas manajemennya? Bagaimana legalitasnya?

Saya memang “bodoh” dengan model bisnis canggih seperti ini. Otak saya nggak nyampe untuk menghitung potensi bisnis seperti ini. Saya hanya paham sektor riil. Beli bahan, jahit dan jual.

Sektor riil ini memang tidak cepat kayanya. Harus kerja keras. Perlu proses. Harus sabar. Risiko juga lumayan. Tidak ada jaminan sukses. Dan setiap hari harus bergelut dengan masalah operasional dan kenaikan biaya yang mumet.

Tapi buku-buku rujukan yang saya baca juga demikian isinya. Mulai dari Michael Porter, Jack Welch, Jim Collins, sampai Ram Charan, yang ditulis ya begitu. Semua bicara proses, strategi, manajemen, kualitas produk dan sebagainya. Tidak ada yang bicara soal kaya dengan cepat lantas ongkang-ongkang kaki.

Itulah yang alami menurut saya. Sunatullah bahasa agamanya. Ada proses. Ada masa membuka lahan, menanam benih, menyiram, memupuk, merawat, baru setelah itu memanen.

Memang proses itu bisa dipercepat dan dipertinggi kualitasnya. Dengan rekayasa bioteknologi misalnya, buah-buahan bisa cepat panen, begitu cantik, montok, anti hama dan enak. Tapi risiko di baliknnya juga bukan sembarangan. Perusahaan Monsanto didemo terus karena rekayasa yang dilakukannya membahayakan ummat manusia. Artinya, di balik rekayasa percepatan itu ada risiko yang mengikutinya. Publik harus tahu itu.

Saya juga meyakini bahwa tawaran bisnis yang mengakali hukum alam itu juga terselip risiko yang tidak main-main di baliknya.

Standar

2 thoughts on “Hati-Hati dengan Tawaran Bisnis yang Muluk-Muluk

  1. Ping-balik: Cara Gampang Cari Uang? Tetap Kedepankan Akal Sehat. | Obrolan Cak Edy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s