Indonesiaku, Life

Good Coffee for Good Mood

Untuk hidup yang produktif namun tetap nyaman dan seimbang, kita butuh “jembatan” untuk mencapainya.

Jembatan itu bisa hal-hal yang sederhana seperti bacaan yang menarik, musik bagus, atau secangkir kopi yang nikmat.

“Setiap hari, berilah hadiah untuk diri sendiri, meski itu hanya secangkir kopi”, kata detektif Dale Cooper si penggila kopi di film serial Twin Peaks besutan David Lynch yang ngetop di tahun 90an itu,

Pagi ini saya mengunjungi lagi tempat nongkrong favorit di Djournal Citos sambil menunggu kolega untuk berbincang-bincang. Seperti biasa, secangkir kopi moka selalu saya pesan. Salah satu kasirnya bahkan sudah bisa menebak pesanan saya. “Pak Roni ya? Coffee mocha ya?”, ujarnya. Saya tinggal tersenyum dan mengangguk saja.

Kali ini kasirnya beda dan yang mengagetkan saya adalah harga kopi yang naik lumayan. Biasanya dengan 33 ribuan saya sudah bisa menyeruput nikmatnya kopi moka, tapi sekarang harga itu sudah berubah menjadi 41 ribu. Wah, pikiran saya berputar mencari rujukan informasi. Setahu saya, BBM belum naik, TDL juga belum naik. Tapi harga kopi sudah naik.

Tidak mungkin saya mundur dan membatalkan pesanan hanya lantaran harganya naik lumayan tinggi ini. Ini adalah tempat ngopinya kelas menengah ke atas yang berkantong tebal. Masak naik harga segitu aja protes? Masak orang kaya protes? Naik sampai 50 ribu pun pasti mereka bayar. Karena saya termasuk orang yang ingin dianggap kaya, maka saya pun tetap lanjut memesan.

Yang terpikir oleh saya saat ini adalah bahwa untuk mempertahankan gaya atau kualitas hidupnya, orang di Jakarta mau tidak mau harus berusaha menaikkan pendapatannya. Harga secangkir kopi adalah contoh yang menggambarkan keseluruhan yang mencakup harga makanan, tiket bioskop, tarif parkir, uang sekolah anak, pakaian, gadget dan sebagainya. Ketika harga kopi naik, pasti yang lain juga demikian.

Oke, sekarang kembali ke topik judul postingan ini. Kopi berfungsi membangun mood. Bahkan ide-ide besar banyak lahir dari para pengopi yang duduk-duduk sambil menulis, baca buku atau diskusi.

Jadi, kalau secangkir kopi seharga 41 ribu itu bisa membuat good mood yang menghasilkan ide-ide besar, bagi saya tetap bernilai. Padahal ide besar juga bisa didapat sambil ngopi sachetan di rumah. Hehe…

Standar

5 thoughts on “Good Coffee for Good Mood

  1. Aretta Coffee berkata:

    ngopi dirumah, dengan biji kopi dari petani, menggiling sendiri biji kopi, kenikmatan yang memberikan banyak inspirasi dari biji kopi

    Suka

  2. ada semangat baru yang timbul kalo minum kopi di tempat seperti itu pak, rasanya rugi kalo cm bengong doang…. saya sama kwn2 sering timbul ide2 besar kalo ngopi di tempat ky gitu🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s