Mindset

Orang Pintar vs Orang Goblok (In Memoriam Bob Sadino)

Berita kepulangan almarhum ramai ditanggapi di lintas media sosial. Ucapan belasungkawa dan doa disampaikan menandai bahwa beliau telah meninggalkan jejak kebaikan bagi banyak orang.

Termasuk saya dan teman-teman TDA pun telah merasakan kehilangan dengan sosok legenda kewirausahaan Indonesia yang banyak pemikirannya telah mengguncang pemikiran kami.

Salah satunya yang paling banyak dikutip adalah soal orang pintar dan orang goblok.

Pernyataan ini sering memicu silang pendapat. Mereka yang pintar tidak terima bahwa kepintarannya justru membawanya menjadi tidak sukses.

Orang pintar disebut terlalu banyak mikir, takut risiko dan akhirnya tidak maju-maju. Sementara orang goblok, karena ia banyak tidak tahu jadi langsung jalan aja tanpa banyak mikir. Ibarat gelas ia masih kosong dan siap diisi apa saja.

Belakangan saya ketemu landasan teorinya dari buku Mindset karya Carol Dweck.

Dengan jelas dan ilmiah ia menjelaskan soal perbedaan antara si pintar dan si goblok ini.

Kenapa orang pintar banyak gagal, kenapa orang goblok banyak berhasil?

Sebenarnya pembedanya hanya 2 hal, yaitu soal mindset. Ada yang namana Fixed Mindset dan Growth Mindset.

Fixed mindset itu berpikiran bahwa segala sesuatu itu sudah tetap, tidak bisa berubah. Seorang dokter sudah tetap jadi dokter, tidak mungkin jadi pengusaha atau artis.

Growth mindset berpikir sebaliknya. Anything is possible. Orang miskin bisa jadi kaya. Orang gagal bisa jadi sukses. Asal ia punya impian, mau berubah, belajar dan bertindak.

Di situlah sebenarnya maksud Oom Bob. Orang pintar banyak gagal ketika ia punya mindset yang tetap. Bahwa seorang akuntan ya harus jadi akuntan seumur hidupnya. Padahal, pengusaha sekaliber Brad Sugars atau Tony Fernandes dulunya juga akuntan.

Orang goblok berpikir dengan imajinasinya. Realitasnya bahwa ia adalah orang goblok, miskin, kekurangan dikalahkan oleh imajinasi dan impiannya yang kuat.

Orang yang punya growth mindset didorong oleh impian dan harapan. Sementara orang yang bermindset fixed didorong atau ditahan langkahnya oleh ketakutan, risiko dan rasa tidak aman.

Selamat jalan Oom Bob. Semoga amal ibadahmu mendapat ridho ilahi. Semoga warisan pemikiranmu yang berharga bagi anak bangsa ini menjadi pahala yang terus mengalir tanpa henti.

Standar

5 thoughts on “Orang Pintar vs Orang Goblok (In Memoriam Bob Sadino)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s