Life, Mindset

Tetap Produktif di Balik Kekurangan

Tadi malam saya berkenalan dengan sosok Daniel Johnston lewat sebuah film dokumenter yang mengesankan.

Daniel adalah seorang pengidap sizoprenia yang di usianya yang sudah 50 tahunan terlihat bodoh dan linglung. Bicara pun tak jelas.

Profesinya adalah seorang pelukis dan penyanyi sekaligus pencipta lagu.

Karya lukisannya jelek-jelek menurut mata saya. Seperti gambar anak-anak.

Lucunya, dalam kesempatan pameran, hasil karya selalu ludes, walau pun dipajang apa adanya dengan ditempel di tembok pakai selotip tanpa frame.

Kenapa lukisannya disukai kolektor? Karena karyanya dianggap orisinil dan jujur.

Demikian juga dengan lagu-lagunya. Terdengar aneh dan jelek di telinga saya. Lebih bagus suara pengamen di bus. Herannya, dia punya penggemar. Setiap “konser” ia punya ratusan penggemar tetap.

Setiap lagu yang dibuatnya selalu direkam ke dalam kaset dan dijual oleh manajernya via internet. Dia punya manajer. Bahkan manajer itu sempat putus asa saat dipecat oleh Daniel.

Satu hal yang terlihat jelas dari sosok Daniel ini adalah konsistensinya untuk terus produktif berkarya. Setiap hari tak pernah dilaluinya tanpa membuat gambar atau lagu.

Ia tak peduli karyanya diapresiasi orang atau tidak. Ia juga tak peduli pendapat orang tentangnya.

Standar

2 thoughts on “Tetap Produktif di Balik Kekurangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s