Health, Life

Berpikir Sederhana, Berolahraga Sederhana

Saya meyakini bahwa berolah raga itu penting. Namun, soal disiplin dan konsistensi adalah hal lain.

Kenyataannya, sangat sulit untuk berkomitmen misalnya rutin ke gym, berenang, bersepeda dan sebagainya.

Akhirnya saya bersikap realistis saja. Berolah raga yang paling sederhana, paling mudah dan paling murah dilakukan. Pilihannya ya jalan kaki. Ini olah raga kaum minimalis. Olah raga nggak perlu yang canggih-canggih dan mahal, yang penting konsisten.

Setiap pagi saya selalu berpas-pasan dengan seorang bapak tua bertubuh langsing yang rambutnya sudah putih seluruhnya. Kami selalu saling tersenyum dan melambaikan tangan. Diam-diam saya kagum dengan bapak ini. Air mukanya selalu ceria dan tampak sangat fit.

Kami tidak pernah berbicara karena jadwal kami berbeda. Saya baru mau mulai, si bapak sudah mau selesai. Demikian terjadi selama kurang lebih 2 tahun.

Pagi ini kami bertemu lagi di danau buatan dekat rumah dan untuk pertama kalinya berkesempatan berbicara cukup lama karena kebetulan jadwal saya pulang juga berbarengan.

Ia nampaknya penasaran dengan saya dan bertanya berapa target jalan kaki saya setiap hari. Saya jawab 10.000 langkah. Kebetulan saya menggunakan gelang Mi Band dari Xiaomi yang mencatat jumlah langkah setiap hari termasuk juga lama dan kualitas tidur.

Saya menjelaskan bahwa setiap pagi saya harus mencapai target minimal 6.000 langkah untuk kemudian mencicil sisanya  sampai malam hari.

Si Bapak yang ternyata sudah berusia 71 tahun ini juga berbagi cerita bahwa targetnya minimal jalan kaki 1 jam per hari dan itu sudah dilakukannya sejak 15 tahun lalu. Di saat menjelang pensiun dari Pertamina tahun 2000 itulah ia baru tahu bahwa ada kelainan di jantungnya. Jantungnya bocor, sehingga darahnya tercampur dan menjadi kotor. Sebelum mengetahui ini ia memang kesulitan berjalan dan berolah raga. Menemani istri ke pasar saja sudah membuat napasnya ngos-ngosan.

Kebetulan ia berkonsultasi dengan dokter yang berfaham anti diet, anti pantang-pantangan. Ia disarankan untuk berolah raga ringan dan rutin setiap hari dan silakan makan apa saja asal sadar dengan batasnya. Nah, standar “sadar” inilah masalahnya. Tidak semua orang bisa mengendalikan berapa sepantasnya ia makan nasi, daging, lemak atau gula.

Satu lagi rahasia hidup dibaginya kepada saya adalah menjalani hidup ini dengan “easy going”, jangan banyak pikiran berat dan stress. Ini terlihat dengan air mukanya yang terlihat ringan dan rileks. Setiap berpapasan dengan siapa pun ia selalu bertegur sapa, tersenyum dan sesekali bersalaman. Bahkan terdengar beberapa pedagang di pinggir jalan memanggilnya  Pak De.

“Teman-teman seangkatan saya banyak yang sudah drop dan lewat”, lanjutnya. “Biasanya karena post-power syndrome, dulu dihormati karena jabatan, sekarang jadi orang biasa saja. Biasanya gaya hidup tinggi, sekarang harus bisa hidup dengan anggaran terbatas.”

“Lima belas tahun lalu di usia saya yang lebih muda, saya merasa kurang sehat. Sekarang di usia yang lebih tua, saya justru merasa sehat”, ujarnya. Wow, saya menanggapinya dengan cukup terkejut. Ini berlawanan dengan pemahaman saya selama ini bahwa makin tambah usia biasanya makin menurun kesehatannya.

Pagi ini saya belajar bahwa untuk hidup sehat tidak perlu njlimet dan mahal. Cukup praktekkan hal-hal sederhana, berpikir sederhana, yang penting disiplin dan komitmen. 

Uupps, saya lupa bertanya siapa nama Pak De yang enerjik dan lincah ini.

Standar

4 thoughts on “Berpikir Sederhana, Berolahraga Sederhana

  1. Mursalim Mansurdin berkata:

    Mohon info lanjutannya Pak. Jantung Pakde yg bocor apkh sembuh sendiri tanpa dioperasi atau pengobatan medis? Bagaimana dg pola makannya, tidurnya dll. Terimakasih Pak Yuzirman.

    Suka

    • Tidak ada tindakan medis apa pun kecuali yg disarankan dokter itu. Olah raga ringan dan makan dgn sadar. Selain itu juga mengkonsumsi VCO atau minyak zaitun atas saran adiknya

      Suka

  2. benar juga ya mas

    hal hal kecil dan sederhana seperti olahraga ringan jalan kaki, sangat mudah dan manfaatnya sangat besar,,,,masalahnya adalah ketekunan untuk setiap hari melakukannya….hhihihihhi

    jadi ter inspirasi nih untuk rajin olahraga ringan setiap pagi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s