Business

Disrupt Your Business

Sekarang lagi tren istilah disrupt. Gara-gara fenomena bisnis digital yang banyak men-disrupt atau mengganggu bisnis konvensional.

Contohnya adalah dengan hadirnya Uber yang mengganggu bisnis taksi konvensional, Go-Jek yang mengganggu Opang alias ojek pangkalan, bahkan juga mengganggu taksi karena sebagian pelanggan taksi juga beralih ke Go-Jek. Bisnis toko ritel offline sekarang banyak diganggu oleh pemain online.

Bisnis yang mau bertahan dan terus bertumbuh, jangan pernah puas dengan kondisi saat ini yang mungkin nyaman-nyaman saja. Padahal, kondisi nyaman itu melenakan dan bisa-bisa membuat tertidur dan akhirnya hanyut ke laut atau terjun bebas ke dalam pusaran air terjun.

Sebelum hal itu terjadi, kita selalu waspada, pasang mata, pasang telinga, membaca tanda-tanda perubahan. Lihat perubahan perilaku konsumen, perubahan lansekap global dan juga perubahan yang dilakukan oleh pesaing atau teman-teman seindustri.

Kalau perlu kita menyusun ulang model bisnis atau cara-cara berbisnis yang baru yang relevan dengan kondisi kekinian. Produknya mungkin sama saja, tapi model bisnisnya, cara memasarkannya, proses bisnis dan cara berinteraksi dengan pelanggan akan berbeda. 

Coba perhatikan perilaku mayoritas kita saat ini yang sebentar-sebentar menunduk menatapi benda tipis segi empat yang namanya smartphone itu. Ya, sekarang eranya adalah mobile phone. Semua ada di situ sekarang. Tambang emas masa depan ada di sana.

Beberapa teman pelaku bisnis konvensional sudah mengeluhkan fenomena e-commerce yang mulai menggerus bisnisnya. Kebanyakan mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mau terjun ke sana, skillnya terbatas. Kalau diam saja, nanti makin ketinggalan kereta.

Menurut saya, itu adalah lonceng pertanda harus dilakukan perubahan di bisnisnya. Harus mengadopsi cara-cara baru dalam bisnisnya. Ini memang membuat tidak nyaman, harus berubah lagi, harus belajar lagi, harus menempuh jalan baru yang belum tentu juga berhasil. Namun, suka atau tidak suka ia harus berubah. 

Standar

2 thoughts on “Disrupt Your Business

  1. yuspriyanto berkata:

    Nama saya yuspriyanto kelahiran 1992, saya merasa termotivasi setelah membaca tulisan anda. saya ingin bertanya, bagaimana cara memotovasi diri untuk mengembangkan pemasaran pakaian dan mendirikan suatu industri konveksi yg kokoh.. karena saya adalah seorang anak dari ayah yg bekerja sebagai penjahit n pemilik home industri konveksi. terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s