Renungan, Uncategorized

Harga Sebuah Kesalahan

Pernah mengalami salah nonton film? Sudah masuk, sudah bayar tiket, ternyata filmnya jelek. Pilihannya, tetap nonton sampai selesai karena sayang uangnya atau keluar aja?

Pernah mengalami salah beli buku? Setelah beberapa bab dibaca, ternyata hanya lelah mata yang didapat. Isinya nggak asyik dan gak nyangkut di otak. Mau diteruskan atau dilepas aja bukunya? Sayang lho, harganya lumayan.

Begitu juga ketika memilih restoran, beberapa kali pasti mengalami menyesal dan pilihannya adalah diteruskan atau ditinggalkan.

Daftar ini bisa panjang. Bisa penginapan/hotel, tempat tinggal, sekolah, bisnis, seminar/training, gadget, pekerjaan, pasangan hidup atau yang lainnya.

Buat yang bertahan dengan pilihannya walau pun nggak enak, alasannya biasanya karena sayang duitnya sudah habis sekian atau waktu yang sudah sekian lama dihabiskan (baca: diinvestasikan). Padahal diteruskan pun sudah yakin hasil akhirnya nggak asyik.

Pertanyaannya, kalau sudah tahu tidak bisa diperbaiki dan endingnya nggak bagus, kenapa tetap diteruskan?

Standar

7 thoughts on “Harga Sebuah Kesalahan

  1. Saya jarang beli buku…. banyakan minjem hehehe. Jadi kalo baca udah nggak sreg, tinggal balikin, ga sayang duit. Kalo mau beli buku pikir-pikirnya panjaaaang banget, ga mau rugi wkwk

    Suka

  2. Pandu Firdaus berkata:

    Pak, apakah konteks yang sama akan berefek sama? Pasangan hidup bernyawa. Buku, Film, dsb benda mati. Emosionalnya pun akan berbeda sepertinya.

    Suka

  3. Sebastian berkata:

    Sebenarnya sedikit berbeda Pak.
    Jawaban singkatnya menurut saya:
    1. Keterbatasan kemampuan
    2. Keterbatasan keadaan
    3. Terikat komitmen

    Dibawah penjelasannya.
    Mohon maaf jika saya jadi curhat disini.
    ^_^

    Makan di restoran, nonton dan jalan2
    Adalah hiburan pribadi.
    Perihal sensitif soal kemampuan financial.
    Orang level menengah kebawah;
    seperti saya yg memiliki budget terbatas,
    akan tetap berusaha menikmati karena budgetnya sudah terpakai.
    Tapi orang kalangan atas
    mungkin langsung pergi mencari hiburan lain
    karena budget entertainnya banyak.

    Baca buku menyangkut mengisi waktu luang pribadi.
    Sepertinya analogi ini kurang tepat,
    karena sekarang di gramedia
    kita bisa membaca sepuasnya sebelum membeli.
    Tapi jika sampai membeli buku tidak bermanfaat,
    Kebanyakan orang akan langsung mencari
    kegiatan yg lebih bernilai.
    Jika sampai ada orang yg tetap setia
    membaca buku sampai habis; berarti buku tersebut tidak jelek,
    Karena bisa menghipnotis pembacanya.

    Perihal bisnis.. ini menyangkut tanggung jawab.
    Karena bisnis bukan cuma mengenai diri kita sendiri.
    Ada investor, karyawan, dan customer.
    Memang seharusnya berjuang
    sampai titik darah penghabisan.
    Tidak bisa langsung begitu saja kita tinggalkan.
    Ada investor berarti ada yg yakin dan percaya
    bahwa bisnis akan menguntungkan.
    Ada karyawan setia berarti kita masih bisa dipercaya.
    Ada customer meskipun sedikit..
    Berarti masih ada harapan untuk diperjuangkan.
    Masih ada raja yg masih harus dilayani.
    Terus improvement sembari melihat peluang bisnis yg lebih baik.

    Perihal pasangan hidup.
    Berbicara namanya komitmen.
    Bisa menerima kelebihan dan kekurangan.
    Apalagi dalam agama tertentu (contohnya Ktisten)
    Tidak ada namanya poligami atau cerai.
    Komitmen pada janji yg diucapkan.

    Jadi analogi tolong dibuat lebih spesifik aja Pak.
    Karena saya setuju dengan Pak Firdaus.
    Berbeda konteksnya.

    Suka

    • Saya tidak ingin terjebak kepada contoh2 spesifik yg pada akhirnya mendikte pembaca. Saya ingin pembaca berpikir sendiri apa yg cocok dgn dirinya. Contoh2 yg saya kemukakan tidak berlaku umum, itu spesifik dan subjektif

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s