Renungan

Budaya Copas

Saya mengikuti banyak grup WhatsApp dan merasakan fenomena bahwa para member grup adalah orang-orang yang gemar berbagi.

Setiap ada hal yang menarik, baik itu gambar maupun tulisan selalu dibagikannya untuk kawan-kawan di grup WA. Ada gambar lucu, tips-tips kesehatan, nasihat agama atau propaganda yang biasanya dimulai dengan kata “Waspada!” dan diakhiri kata perintah “Sebarkan!”

Mengenai copas soal propaganda, beberapa hari lalu saya mendapat copas tulisan yang katanya berasal dari seorang ulama ternama. Saya terbiasa dengan gaya menulis beliau dan merasa ada yang aneh dengan tulisannya kali ini. Kebetulan saya satu grup WA dengan beliau dan saya tanyakan kebenaran tulisan tersebut yang langsung dibantah dengan penjelasan cukup lengkap.

Saya tidak membahas tulisan propaganda yang sering dipertanyakan kebenarannya itu.

Namun saya mengamati fenomena menarik di mana begitu mudahnya kita meng-copy paste dan menyebarkan berbagai hal dari berbagai sumber.

Saya merasakan sebuah grup WA jadi kehilangan orisinalitas dan otentisitas bila isinya didominasi oleh postingan copas-copas itu.

Saya lebih menikmati postingan yang orisinil dari masing-masing anggota grup tersebut, meski isinya tidak selalu menarik. Dari situ saya bisa belajar dan memahami pemikiran dan sudut pandang dari yang bersangkutan.

badroni yuzirman

Standar

2 thoughts on “Budaya Copas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s