Renungan

Akar Kekerasan dalam Islam

Baru saja habis Subuh, buka Facebook dan Twitter, booom! Ada bom meledak di Bandara Attaturk, Istanbul. Puluhan tewas, ada video saya saksikan pelaku meledakkan diri. 

Seperti biasa, teroris atas nama Islam menjadi pelakunya. Dunia mengutuk. Ummat Islam secara umum jadi tertuduh. Katanya agama damai, kok ngebom terus?

Saya merasa sedih dan prihatin, untuk ke sekian kalinya.

Di mana akar kekerasan dalam Islam? Pertanyaan itu menggelayuti benak saya sejak lama. 

Berbagai jawaban tidak memuaskan saya. Kebanyakan jawaban itu adalah menyalahkan pihak eksternal seperti Zionis Yahudi, Amerika, CIA, ghazwul fikri sampai Iluminati dan Freemansori.

Saya meyakini bahwa kita tidak akan bisa mendapat solusi jika tidak tahu akar masalahnya. Jika kita terjebak selalu menyalahkan pihak luar, kita tidak akan pernah belajar jujur kepada diri sendiri, mengakuinya dan memperbaiki kesalahan. 

Saat kita mengevaluasi diri untuk melakukan perbaikan, artinya kita bekerja di dalam lingkar pengaruh (in control) terhadap nasib kita. Sebaliknya jika kita selalu menyalahkan pihak lain, kita berada di lingkar luar pengaruh (out control) alias tidak bisa berbuat apa-apa.

Satu hal lagi, soal generalisasi yang kebablasan terhadap ummat Islam. Saya setuju dengan pendapat Martin Seligman di buku Learned Optimism, bahwa salah satu ciri orang yang optimis adalah melihat masalah secara spesifik, tidak general. Karena dengan melihat secara spesifik, masalah lebih bisa diatasi lantaran variabelnya tidak banyak, ketimbang yang general.

Dengan logika pemahaman ini, dan dibekali rasa “kepo” (ingin tahu) yang tinggi saya melakukan penelurusan di Google dan media-media sosial lainnya. Maka sampailah saya pada kesimpulan sementara (belum valid) bahwa akar kekerasan dalam Islam adalah ajaran/paham Takfiri. Paham ini rentangnya luas, mulai dari yang halus sampai yang sangat keras.

Apa itu paham takfiri? Saya tidak mau mendikte pembaca dengan pemahaman saya yang terbatas. Sebaiknya pembaca cari tahu sendiri. “Saya tidak bisa mengajari orang lain apa pun, saya hanya bisa membuat orang itu berpikir”, kata Socrates.

Beberapa pertanyaan yang perlu di jawab, kenapa paham ini bisa muncul? Apa penyebabnya? Apa tujuannya? Dari mana paham ini berasal dan bagaimana konteks lahirnya paham ini? Bagaimana masa depan dunia jika paham ini dibiarkan? Bagaimana seharusnya kita menyikapinya?

Stay curious, keep asking, no judgement and always thinking, deep thinking.

#PrayForTurkey

Iklan
Standar

3 thoughts on “Akar Kekerasan dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s