Books and Learning, Life, Mindset

Bukan Bakat, Tapi Ketekunan adalah Kunci Sukses

Ada studi baru tentang kunci sukses – mmm sebetulnya bukan studi baru sih, yang menyimpulkan bahwa bakat bukan penentu sukses – tapi ketekunan atau GRIT.

Apa itu grit? Grit itu ya tekun. Orang yang punya kualitas grit ini adalah orang yang punya komitmen menyelesaikan apa yang sudah dimulainya sampai tuntas.

Makanya kalau kita sering lihat orang-orang sukses di puncak itu sering bukanlah yang paling berbakat. Malah sering terlihat yang dari awal kehidupannya biasa-biasa saja, nothing special, tapi dia terus berusaha dengat tekun. Terus belajar, melakukan dan memperbaiki diri walaupun lambat.

Akhirnya banyak orang-orang yang berkualitas GRIT ini menjadi sukses.

Kesimpulan, bakat atau passion aja tidak menjadi jaminan kalau tidak punya GRIT.  Mereka yang kalah dalam bakat tapi punya GRIT alias ulet/tekun, bisa menjadi pemenang. Apalagi jika bakat itu dibarengi dengan GRIT. Superrr!!

Orang tua sekarang banyak yang galau ingin tahu bakat anaknya apa ya? Kalau pakai teori GRIT ini sih ortu gak perlu terlalu khawatir soal itu. Sambil menemukannya, terus aja asah kualitas GRIT ini pada anak-anak. Hal sederhana saja, misalnya soal menghabiskan makanan di piringnya. Atau soal menyelesaikan PR sampai tuntas. Ini soal self discipline.

Nah, kebanyakan kita orang tua terjebak dengan hasil pencapaian. Soal rangkingnya, juaranya. Bukan ke prosesnya. Bahkan banyak yang menghalalkan segala cara untuk mencapai ini.

Ada penelitian terhadap anak-anak, jika dia biasa juara di bidang tertentu maka dia akan terjebak di zona nyaman. Dia tidak berani lagi mencoba yang lain karena takut kalah.  Dia akan cenderung main yang aman-aman saja di mana dia bisa menang dengan mudah. 

Oya, buku yang lagi heboh soal ini di New York Times bicara soal GRIT ini. Penulisnya Angela Duckworth. Baru baca bab pertama udah terasa serunya dan gak sabar untuk menuliskannya.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Bukan Bakat, Tapi Ketekunan adalah Kunci Sukses

  1. Waah setuju. Tes bakat laku karena orang-orang percaya bahwa kalo dengan bakat, semuanya bisa dikerjakan dengan lancar dan hasilnya gemilang. Padahal, dalam mewujudkan itu, perlu kompetensi lain kayak komunikasi yang baik, toleransi, inisiatif, dan ya ketekunan itu. Saya sendiri, udah punya konsep akan apa yang mau digeluti dan udah ada visi tentang bagaimana nanti, tapi untuk menjalaninya dengan tekun dan komit, duh, masih susah payah.

    Kayaknya bukunya menarik nih. Ditunggu ya resensinyaaaa!

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ditunggu resensinya Pak.

    Saya juga lagi baca bukunya Gretchen Rubin yang berjudul Happiness Project. Salah satu unsur kebahagiaan adalah tumbuh ketika menjalani proses. Bukan pada hasilnya 😁😁

    Terima kasih rekomendasi bukunya.

    Salam..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s