Uncategorized

Ada Apa dengan Gatot Brajamusti?

Sekali lagi seorang pesohor ditangkap karena narkoba. Gatot Brajamusti atau Aa Gatot yang dikenal juga sebagai seorang spiritualis ditangkap saat pesta narkoba bersama teman-temannya.

Menjadi pertanyaan, kenapa nggak kapok-kapoknya para seleb itu terjebak narkoba? Apa yang mereka cari?

Sebenarnya apa pun itu yang dikerjakan, baik itu narkoba atau korupsi, tujuannya sama, mencari kebahagiaan.

Kalau dipikir-pikir, mahal sekali harga kebahagiaan dan begitu berat risiko yang ditanggung untuk mencapainya.

Sebetulnya kebahagiaan seperti apa yang dicari?

Penasaran saya agak terjawab setelah menemukan sebuah buku menarik berjudul Habits of A Happy Brain karya Loretta Graziano Breuning, PhD. 

Menurutnya, ada yang namanya hormon kebahagiaan, yaitu Dopamin, Endorpin, Serotonin dan Oxytocyn. Berita baiknya, hormon itu bisa didapat dengan mudah asal tahu caranya. Berita buruknya, kemunculan hormon itu hanya sebentar.

Rasa bahagia itu munculnya hanya sebentar. Coba bayangkan kita baru beli mobil, tiba-tiba diserempet motor, langsung kesal dan hilang bahagianya. Saat naik dipanggung karena prestasi, tiba-tiba ada orang yang protes atau mengeritik, langsung hilang bahagia dan bangganya.

Hormon Dopamin itu adalah hormon untuk rasa senang, joy, mencapai sesuatu kemajuan atau ketika mengharap sesuatu. Makanya kita tiap saat buka WhatsApp karena berharap ada sesuatu yang menarik. Hubungannya dengan narkoba adalah kokain yang juga menimbulkan efek yang sama. 

Bagaimana caranya supaya dapat efek itu secara alami? Ya bisa dengan melakukan sesuatu, misalnya dengan jalan-jalan di alam terbuka, melakukan sesuatu ketimbang melamun sedih, ambil langkah kecil untuk sesuatu yang ingin dicapai. Kalau ada kemajuan, pasti akan merasa senang, hormon Dopamin keluar. 

Misalnya hari ini target mau jalan 10.000 langkah, ketika tercapai muncul hormon Dopamin dari rasa senang itu. Jadi hormon ini terkait dengan kemajuan, sekecil apa pun itu, atau mencoba hal-hal baru, misalnya makanan baru, membaca buku baru, film baru dan semacamnya.

Hormon Endorfin adalah hormon untuk membuat rasa segar, fresh. Caranya mendapatkannya dengan berolah raga misalnya, bisa juga dengan berhubungan seks. Narkoba yang efeknya sama adalah jenis morfin.

Hormon selanjutnya adalah Serotonin. Ini adalah hormon untuk rasa bangga, rasa berarti, dihargai atau percaya diri. Makanya banyak orang yang jadi narsis sebetulnya tujuannya untuk mendapatkan rasa dari hormon Serotonin ini. 

Bahkan ada yang suka pamer kekayaan padahal itu hasil korupsi atau masih ngutang. Yang dicari adalah pujian atau kekaguman dari orang lain. Hormon ini sebetulnya bisa didapat dengan memberi penghargaan tulus kepada orang yang bersangkutan. Tentu kalau ingin dihargai ya harus menghargai orang lain lebih dulu atau menunjukkan nilai tambah pribadi yang layak dihargai. Obat pengganti hormon ini biasanya jenis anti depresan.

Hormon bahagia yang terakhir adalah Oxytocyn yaitu rasa damai, aman, dicintai. Ini adalah hormon yang dicari para pengguna ekstasi. Untuk mendapatkan rasa itu secara alami, kita harus merasa damai dulu dengan diri sendiri, dekat dengan sang pencipta, mencintai orang lain, menebarkan kedamaian, bergaul dengan orang-orang yang damai dan saling menyayangi.

Jadi sebetulnya apa yang dicari oleh Gatot Brajamusti dan para seleb yang terjerumus narkoba itu adalah hal-hal yang sebetulnya bisa didapat dengan cara alami dan mudah, asal tahu ilmu dan caranya.

Standar

5 thoughts on “Ada Apa dengan Gatot Brajamusti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s