Mindset, Renungan

Mendengar

Kita belajar dengan mendengar, bukan bicara.

Dalam percakapan dengan siapa pun saya selalu merasa ingin segera menanggapi argumen lawan bicara dengan argumen, informasi, pengetahuan yang saya punya.

Ini adalah godaan terbesar bagi orang yang merasa dirinya pintar atau punya sesuatu yang lebih.

Namun, belakangan saya sadar ini tidak efektif dan bermanfaat buat saya sendiri. Lawan bicara pun belum tentu membutuhkan konten dari ocehan saya. Saya sendiri tidak mendapatkan pencerahan dari perbincangan itu.

Kemampuan menahan ego untuk mendengar dan mendapat pencerahan dari lawan bicara justru akan menguntungkan saya.

Sekarang saya mencoba untuk menekan ego, mengontrol diri untuk lebih banyak mendengar. Mendengar dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan oleh lawan bicara dan memperoleh pencerahan darinya. Mendengar bukan sekedar menunggu untuk menginterupsi lawan bicara. Mendengar untuk menemukan apa pun wawasan atau sudut pandang baru dari lawan bicara.

Otak itu ibarat spons yang terbuka menyerap air. Ketika otak itu bertempur dengan dirinya sendiri antara pilihan ingin mendengar dan berbicara, justru dia bisa crash dan tidak menyerap apa-apa pada akhirnya.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Mendengar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s