Books and Learning, Business, Creativity, Health, Life, Mindset, Minimalism, Renungan, Simplicity

Favorit Saya 2017

Daftar ini terinspirasi dari Mas Yuswohady yang setiap akhir tahun selalu membuat daftar 10 buku bisnis terbaik versinya yang selalu saya tunggu. Beberapa buku yang saya baca juga saya dapatkan dari daftar ini.

Saya juga ingin membuat daftar seperti itu namun berbeda, yaitu daftar hal-hal yang saya suka di tahun 2017. Kriteria penilaiannya sangat subyektif, makanya saya beri judul “favorit”, dan bukan “terbaik”. Cara menilainya juga simpel, apa saja yang memiliki pengaruh positif kepada saya (dampak, resonansi, wawasan, pengaruh).

Berikut ini daftarnya:

1. Buku: The Power of Moments karya Chip dan Dan Heath. Ide buku ini sederhana, bahwa moment yang layak dikenang itu bisa direkayasa dengan sengaja.

2. Film: La La Land. Menonton film musikal ini sangat menyenangkan dan juga sangat ngejazz. Sutradaranya sukses bikin jazz jadi ngepop. Istri saya yang nggak suka jazz juga sepakat dan setuju untuk ditonton berulang kali.

3. Musisi: Joey Alexander. Bukan karena dia dianggap sebagai anak ajaib dari Indonesia, namun karyanya memang layak didengar berulang-ulang.

4. Sarana Transportasi: KRL Commuterline. Saya menggunakannya beberapa bulan terakhir dan berhasil mengurangi penggunaan mobil pribadi hampir 90%.

5. Aplikasi: Gojek. Ini aplikasi betul-betul berhasil mengunci penggunanya termasuk saya. It solves some of my daily problems.

6. Media sosial: Instagram. Instagram ini membuat saya terdorong untuk melakukan sesuatu seperti melukis, memfoto, melakukan perjalanan dan mengapresiasi keindahan.

7. Tokoh politik/birokrat: Tri Rismarini. Saya penyuka taman dan jalan kaki (di trotoar). Ketika berkunjung ke Surabaya, semua kemewahan taman dan trotoar itu tersedia hampir di seluruh pelosok.

8. Tokoh agama: Gus Mus. Gus Mus sering menampar saya untuk memarahi dan memperbaiki diri sendiri, bukannya memarahi orang lain. Itu yang membedakannya dari arus utama saat ini.

9. Destinasi wisata: Belitung. Karena dekat, murah, keindahan alam beda tipis dengan Indonesia Timur, kuliner juga oke, budaya juga dapat. Cocok untuk wisata singkat bersama keluarga. Satu lagi plusnya: the power of story dari Andrea Hirata.

10. Kuliner: kopi manual brew. Terus terang agak sulit memilihnya karena saya mengapresiasi banyak hal tentang kuliner namun kopi memang lebih menyita waktu dan perhatian saya.

11. Olah Raga: bersepeda. Ini juga pilihan sulit, karena saya juga suka jogging dan jalan kaki, namun bersepeda telah membawa saya ke next level of experience. Setahun terakhir saya sudah bersepeda di Jakarta, Wonogiri, Pacitan, Bali, Lembang, Bandung, Bukittinggi dan Semarang.

12. Gaya Hidup: minimalis. Yes, sejak tahun 2009 kenal dengan istilah ini dan masih konsisten sampai sekarang. Istilah lain yang intinya juga sama juga sering digunakan seperti: essentialism, sustainable living, frugal living, debt free living. Ini bakal jadi tren global didorong oleh generasi milenial.

13. Gerakan: The Maker Movement: Ini gerakan global yang mengajak kita untuk membuat sendiri ketimbang membeli. Saya sudah mencoba beberapa seperti memasak, membuat kopi, melukis, membuat notebook kulit, dll.

14. Penulis: Martin Seligman. Ini pelopor ilmu psikologi positif. Ternyata beberapa penulis best seller terinspirasi dari dia. Jadi dialah mbahnya saat ini.

15. Ide: lean and agile. Dunia dalam segala hal sedang berubah cepat. Istilah kerennya era VUCA (Volatile, Unpredictable, Complex dan Ambiguity). Tool bersikap dengan lean dan agile ini berguna sekali untuk bisnis, sosial dan pribadi.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s