Deep Work

Setiap hari saya mem-block waktu saya minimal 2 jam untuk melakukan deep work, bekerja dengan konsentrasi penuh tanpa gangguan. HP, gadget atau apa pun yang tidak berhubungan dengan pekerjaan harus dikesampingkan.

Dalam siklus 24 jam itu ada namanya jam peak performance yang tiap orang beda-beda. Ada yang pagi hari, ada yang setelah makan siang, ada yang sore hari, bahkan ada yang merasa produktif di malam hari.

Saya merasa paling nyaman melakukan deep work itu sebelum jam 12 siang. Deep work ini baru bisa dilakukan dalam keadaan badan dan pikiran yang siap, artinya cukup tidur, sudah sarapan dan olah raga. Biasanya setelah sarapan pagi, saya akan jalan kaki sekitar 6 km. Jalan kaki adalah olah raga favorit yang menurut saya produktif. Sambil jalan itu ide kreatif atau imajinasi biasanya muncul saat melihat pemandangan alam yang hijau.

Saat melakukan deep work itu biasanya saya butuh beberapa pendukung, seperti musik (biasanya jazz yang easy listening) dan secangkir kopi hitam nirgula. Dalam 2 jam deep work itu saya melakukan beberapa kali break, misalnya ke toilet atau mengambil cemilan. Tujuannya supaya badan bergerak dan katanya setelah break itu konsentrasi akan meningkat lagi.

Setelah makan siang, barulah saya bisa melakukan hal lain yang less important, misalnya ngintip-ngintip media sosial, nonton Youtube dan sebagainya. Kalau ada janji meeting, biasanya saya alokasikan waktu di luar jam deep work ini. Kadang memang ada saatnya saya merelakan jam deep work ini terganggu misalnya kalau tiba-tiba ada urusan urgent yang gak bisa dialihkan waktunya. Saya tetap fleksibel soal ini.

Apa yang saya rasakan setelah menerapkan deep work ini? Saya merasa produktif, merasa ada progres yang terukur. Saya merasa memegang kendali terhadap waktu dan pikiran saya, paling tidak di 2 jam sakral itu. Sebagai manusia biasa, di era distraksi dari semua penjuru ini saya pun tidak luput dari serbuan banjir informasi dan pesan-pesan yang semuanya menuntut direspon dengan cepat. Padahal nggak juga.

Intinya kita itu harus mengendalikan waktu kita. Kalau tidak, orang lain yang akan melakukannya untuk kita. Dan satu lagi, harus bisa bilang TIDAK, untuk hal-hal yang tidak penting atau bukan prioritas.

 

 

 

Satu pemikiran pada “Deep Work

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s