Books and Learning, Life, Mindset

Anak dan Waktu

Menyambung cerita kemarin soal Berguru Kepada Anak Kecil, saya tertarik untuk melanjutkan soal anak dikaitkan dengan waktu.

Seperti sempat saya tulis kemarin, bagi anak waktu yang penting adalah saat ini, bukan kemarin atau hari esok. Mereka bergembira menikmati saat ini tanpa menyesali hari yang lalu dan mengkhawatirkan hari esok.

Ketika di hadapannya ada iPad, mereka akan main game, ketika ada air mereka akan main air, ketika ada makanan mereka akan santap atau memain-mainkan makanan itu. 

Bagi mereka saat ini adalah “hadiah.” Dalam bahasa Inggris saat ini adalah “present” atau hadiah. 

Buat generasi 90-an mungkin pernah nonton serial Twin Peaks yang legendaris di TVRI. Tokoh utamanya adalah Dale Cooper, seorang agen FBI yang ditengah kesibukannya sealu sempat melakukan ritual kegemarannya, minum kopi dan makan donat. 

“Every day, bring yourself at least a present, even though it’s just a cup of coffee”, demikian kutipannya yang saya ingat sampai sekarang. Setiap hari kita harus menghadiahi diri sendiri, walau pun hanya dalam bentuk segelas kopi.

Film serial ini kabarnya sedang dibuat ulang oleh sutradara yang sama, David Lynch dan pemain-pemain yang sama. Akan ditayangkan tahun 2017. Layak ditunggu. Pertanyaan saya yang belum terjawab apakah musiknya tetap ditangani oleh Angelo Badalamenti yang super keren itu?

Kembali soal anak dan waktu, kita orang tualah yang memperkenalkan mereka kepada masa lalu dan masa depan. Dalam konteks yang negatif, secara tanpa sengaja kita mengajari mereka untuk tidak menikmati hari ini. Betul, kita mengajari mereka sejak dini agar siap mengantisipasi masa depan. Asal pada proporsi yang wajar.

Tanpa sengaja mengajari mereka untuk menyesali hari kemarin. Kenapa nilainya jelek? Itu karena kamu nggak ngerjain tugas. Kenapa kamu terlambat ke sekolah? Karena kamu malas bangun pagi dan sebagainya. Kenapa topinya keitnggalan> Si anak hanya bengong saja. Apa yang salah dengan bangun terlambat? Apa yang salah dengan nggak ngerjain PR?

Hari ini adalah hadiah. Hari ini begitu berharga. Hari kemarin buat apa disesali kecuali untuk diambil pelajarannya. Hari esok jangan dikhawatirkan, karena yang dikhawatirkan itu bisa dicegah jika kita melakukan hal-hal yang tepat hari ini.

Kita bisa memaafkan diri sendiri dan orang lain hari ini. Kita bisa mulai berolah raga atau makan makanan yang sehat hari ini. Kita bisa mulai membaca buku hari ini agar tidak jadi korban hoax, kata teman saya.

Kita bisa menikmati secangkir seduhan kopi pagi ini. Menikmati tawa anak-anak, juga teriakan-teriakannya yang kelak akan kita akan kita rindukan. Nikmati menu yang tersedia di meja meski tidak seenak di restoran. Karena itulah yang terbaik yang bisa kita dapatkan saat ini. Sentuh tanaman dan bunga di taman. Cium bau tanah sisa hujan tadi malam. 

Ayunkan langkah  dengan hati yang damai dan penuh rasa syukur. Nikmati hari ini. Lakukan perbaikan hari ini meski hanya kecil. Insya Allah nikmat ini akan diberkahi.

Standar