Hak Pilih Saya Hilang?

Pembaca,
Kali ini saya mau nulis uneg-uneg nih. Selama ini saya menghindari postingan yang negatif di blog ini. Tapi, kejadian ini membuat saya ingin melepaskan kekesalan saya.

Beberapa minggu ini saya menunggu pendaftaran pemilih untuk Pilkada DKI. Tunggu punya tunggu, akhirnya tidak ada juga yang mendata kami. Di rumah saya ada 3 orang calon pemilih, yaitu saya, istri dan seorang asisten rumah tangga.

Saya sempat tanyakan kepada Pak RT mengenai hal ini. Katanya, pendaftaran belum dimulai. Ditunggu saja, katanya. Tapi, kok sampai sekarang, nama kami belum didaftar, sementara tetangga saya sudah.

Kemarin, di Kompas saya membaca bahwa pendaftaran sudah ditutup, termasuk penambahan waktu pendaftaran dari 26-28 Juni. Artinya, hak pilih saya sudah hilang.

Pemilihan kali ini saya rasakan beda sekali dengan waktu Pemilu 2004 dan pemilihan presiden. Waktu itu panitianya aktif sekali mendata warga. Saya senang melihat kerja mereka.

Di koran yang sama juga saya membaca adanya indikasi kecurangan dalam proses pendaftaran Pilkada ini. Ada penggelembungan jumlah pemilih dan penghilangan hak pilih yang akan menguntungkan salah satu calon gubernur.

Kalau itu betul, luar biasa sekali. Kebohongan apa lagi ini? Di mana nuranimu wahai pemimpin?

Apakah perlu kita membohongi nurani demi sejengkal kekuasaan yang tidak akan kita bawa ke akhirat nanti. Bagaimana pertanggungjawabanmu terhadap rakyat dan Tuhanmu?

Saya tidak membela salah satu calon pun. Saya hanya membela nurani saya. Saya ingin pemimpin yang nuraninya bersih dan jujur terhadap dirinya sendiri dan rakyatnya.

Adakah orang seperti ini di Indonesia?

Wassalam,

Roni

NB – Di majalah SWA terbaru telah keluar pengumuman pendaftaran calon kontestan Enterprise 50. Penghargaan ini cukup bergengsi karena dinilai oleh konsultan dari Accenture dan sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Bagi yang berminat, silakan daftar.

Tahun lalu dari TDA ada 2 pemenang yaitu saya (Manet Busana Muslim) dan Pak Hendi Setiono (Kebab Turki Baba Rafi).

Salah satu alasan saya ikut waktu itu adalah agar tahun depan banyak member TDA yang mengikutinya. Kalau tahun lalu ada 2 dari TDA, tahun ini targetnya minimal ada 4.

Ayo, daftarkan bisnis anda. Kalau ingin tanya dan konsultasi mengenai hal ini, saya siap bantu.

2 pemikiran pada “Hak Pilih Saya Hilang?

  1. Assalamu’alaikum Pak Roni,
    Saya turut prihatin -terkait Pilkada-, tapi maaf jangan marah! bagi saya pak Roni “salah” juga :)) bukan apa-apa berita ricuh DPT hampir tiap saat muncul secara real time di detik.com misalnya. Untuk level pak Roni -yang saya yakin- ngoprek internet tiap hari agak aneh :)) sory.
    Jangan marah sekali bertamu langsung ngritik.

    BTW. Salam kenal Ii Hidayat Suryana Rengat Riau, (member TDA milist tapi masih “nuyul”.

    tks
    http://www.hidayat-soeryana.blogspot.com

    Suka

  2. Pak Roni,

    Sudah di cek dengan RT yang di Pademangan? Jika KTP Pak Roni masih beralamatkan rumah ortu di Pademangan mungkin sudah terdaftar disana.

    Saya juga mendata hanya mereka yang berKTP di RT setempat.
    Saat ini databasenya sudah online, jadi jika ada dua RT yang berlainan mendaftarkan satu nomor KTP yang sama maka akan ditolak, akan dianggap sudah terdaftar.

    Salam funtastic,
    Iim
    Ketua RT 005/07
    Kel. Gunung Sahari Utara JakPus
    🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s