Uncategorized

Earthing. Mulai dengan Menyapu Halaman

Pagi ini, sambil menikmati suara burung pagi, saya mengambil sapu lidi untuk menyapu daun-daun kering yang berguguran memenuhi halaman depan.

Di halaman rumah saya ada pohon beringin berukuran sedang dan pohon sawon kecik yang cukup tinggi dan lebat daunnya. Kalau tidak disapu tiap hari, sampah dedaunan itu cukup banyak dan mengganggu
pemandangan.

Niat awal saya adalah untuk earthing, menjejakkan kaki di tanah, seperti cerita saya kemarin.

Paling tidak 30 menit setiap hari saya harus melakukan ini. Itu target baru saya.

Namun, perilaku ini juga terinspirasi dari sebuah kisah sederhana.

Kemarin saya bertemu seorang teman dan berdiskusi tentang manfaat earthing ini.

Kakeknya wafat di usia 93 tahun, sebuah angka yang jarang dicapai oleh orang Indonesia kebanyakan. Ia meninggal bukan karena penyakit apa pun. Semua organ tubuhnya sehat.

Setelah mempelajari dan mengerti tentang earthing, teman ini berkesimpulan bahwa kakeknya begitu sehat dan panjang umur karena salah satu kebiasaan sederhana yang dilakukannya setiap hari selama 45 menit, menyapu halaman dengan bertelanjang kaki.

Menurut saya, pendapatnya ini cukup masuk akal. Apalagi setelah ia menunjukkan kepada saya sebuah e-book berjudul Earthing yang berisi kajian ilmiah dan uji coba terhadap banyak kasus oleh penulisnya.

Sebuah perilaku sederhana yang sering luput dari perhatian kita.

Karena perilaku ini sangat sederhana dan mudah, kenapa tidak dicoba hari ini?

If you have a garden and a library, you have everything you need, kata Cicero. Sekarang saya mulai merasakan manfaat lain dari garden itu, untuk earthing.

Standar

4 thoughts on “Earthing. Mulai dengan Menyapu Halaman

  1. salam kenal Pak Roni, saya juga sedang membaca ebook Earthing spt di atas. Saya tertarik dgn Earthing Bed Pad nya, kira2 ada referensi beli dimana ya Pak? Atau kalo mau buat sendiri kira2 ada referensinya Pak?
    Thanks.

    Suka

  2. wah…gitu ya penjelasannya…saya sudah ngelakuin itu pak..nyapu bahkan mandi pun saya nir-alas kaki..spt ada dorongan untuk menyatu dgn tanah..ternyata penjelasannya spt itu toh..thnx share nya yg selalu inspiring pak..!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s