Business, Komunitas TDA, Motivasi

Jadilah Pemain, Jangan Jadi Penonton!

Hari Minggu kemarin, saya mendapat kesempatan menghadiri acara Milad II TDA (Tangan Di Atas). Komunitas yang berdiri tanggal 22 Januari 2006 ini benar-benar berpesta mensyukuri prestasi-prestasi yang sudah diraih selama 2 tahun berjalannya kebersamaan ini.

TDA yang didirikan oleh Pak Badroni Yuzirman dan 17 orang co-founder ini mengalami metamorfosis yang menurut saya luar biasa.

Dari sekian banyak acara yang dikemas dalam ajang silaturahmi offline terbesar Komunitas TDA tersebut, saya tersentuh dengan sesi yang menampilkan Philip Kie sebagai salah satu narasumber.

Usianya masih sangat muda (kalau nggak salah sekitar 24 tahun) dan menurut saya termasuk wiraswastawan yang berhasil memulai usahanya dari nol.

Lamunan saya pun melayang ke belakang sekitar 8 tahun yang lalu. Delapan tahun yang lalu saya secara resmi memulai usaha dengan mendirikan sebuah perseroan terbatas yang akhirnya bubar.

Benar-benar nekat buat seseorang tanpa modal, pengalaman, ilmu dan sebenarnya yang paling parah adalah TANPA MENTOR dan TANPA JARINGAN yang memadai sama sekali.

Sejujurnya saya sangat iri kepada seorang Philip Kie yang begitu beruntung sejak awal memulai bisnisnya sudah didukung oleh komunitas yang selalu mendorong, membantu dan bersinergi dengannya.

Mungkin waktu 8 tahun yang selama ini saya lewati seharusnya bisa memberikan manfaat yang lebih banyak dan luas lagi bagi masyarakat jika dari awal sudah bersilaturahmi dengan Komunitas TDA.

Selamat merayakan dan memperkuat kesuksesan bersama…

SALAM FUNTASTIC!!!

Salam..
– Setiabudi a.k.a Buya’e Rania –
http://www.setiabudi.name/

————————-

Yup, saya setuju dengan pendapat Pak Aries. Bahkan saya suka mikir dan sedikit iri dengan para member TDA ini.

Saya aja butuh waktu bertahun-tahun untuk dapat ilmu dan segala kemudahan berbisnis seperti sekarang.

Tapi, di TDA anda semua bisa dapatkan dalam waktu yang sangat sangat singkat.

Philips hanyalah salah satu contoh saja. Masih banyak Philips-Philips lain yang juga telah merasakan berkahnya bergabung dengan TDA.

Saya berani katakan kepada anda semua, kalau masih ada yang merasa kurang sukses atau melihat yang negatif di TDA dan sebagainya, sebenarnya anda sama saja dengan tidak bersyukur telah bergabung di TDA ini. TDA ini adalah ibarat tangga emas anda untuk menuju sukses. Tapi, meski pun tangga emas, tetap anda harus mendakinya.

Di akhir milad kemarin, saya disalami oleh seorang ibu yang baru gabung TDA. Ia merasa berterima kasih dan bersyukur sekali dapat bergabung di TDA. Ia telah mendapatkan jawaban yang dicarinya selama 17 tahun berbisnis. Bayangkan, 17 tahun! Selama 17 tahun ibu ini berbisnis sendirian, bergelut dengan segala masalah sendirian. Tidak ada komunitas pendukung seperti TDA ini.

Jadi, bagi anda yang masih pasif dan meragukan efektivitas dari TDA ini, pertanyaan saya adalah: ketimbang terus menunggu dan pasif, kenapa anda tidak take action sekarang? Lakukan apa yang disarankan di milis ini. Jadilah bukti, bukan “pencatat bukti”. Jadilah sejarah, bukan “saksi sejarah”. Jadilah pemain, bukan pengamat atau penonton. Karena yang mendapat “piala kemenangan” adalah para pemain di lapangan, bukan penonton atau pengamat.

Salam FUUUNtastic TDA!
Take Double Action NOW!

Wassalam,

Roni

Iklan
Standar

One thought on “Jadilah Pemain, Jangan Jadi Penonton!

  1. Buya'e Rania berkata:

    Iya pak.

    Kita karena jadi penonton kan lebih gampang, hehehehe…

    PS:

    Pak, hostingnya diganti ke yang profesional dong, biar nggak drop lagi kaya kemarin.

    Salam FUNTASTIC!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s